Sabar Nge Blog

Noda di Hari Raya

Posted in Umum by ujes23 on September 7, 2010

Oleh Ustadz Abu unais Ali Subana

Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Alhamdulillah ,wassholatu wassalamu ala rosulillah amma ba`du.

Ikhwan sekalian yang berbahagia,saya ingin ceritakan kejadian yang saya alami pada tiap-tiap hari raya dan pada hari raya kali ini pun terjadi,dan sengaja saya kirim kepada mailing list agar kiranya dapat diambil fadahnya bagi pembaca sekalian dan semoga Allah memberi hidayahnya kepada kita sekalian, amin.

Siang itu setelah saya selesai memimpin sholat dzuhur,saya bertemu dengan beberapa pekerja Indonesia yang kebetulan sholat   bersama, lalu kami pun bertemu dan mereka mengucapkan pada saya “minal-aidin wal-faizin ,mohon ma`af lahir dan batin ” maka saya katakan pada mereka , “TAQABBALALLOHU MINNA WA MINKUM “ .

Lalu saya bertanya pada mereka , apa arti minal-aidin wal-faizin……? Mereka katakan, kami tidak tahu artinya kami hanya ikut-ikutan orang banyak. Lalu saya katakan artinya adalah ; “dari orang yang kembali dan mendapat kemenangan” lalu mereka bertanya pada saya, kembali itu maksudnya kembali dari mana ? dan kemenangan itu kemenangan apa ? lalu saya katakan : saya sendiri tidak tahu persis kembali yang dimaksud dan kemenangan itu, dan seharusnya kaum muslimin mencontoh apa yang diucapkan para shahabat nabi sallallohu alaihi wa sallam ,Alhafidz ibnu hajar dalam fathul-bari menulis : dari jubair bin nufair ia berkata : adalah para shahabat rosul sallallohu alaihi wasallam apabila bertemu pada hari raya ied mereka saling mengucapkan : “taqabbalallohu minna wa minka “.lalu al-hafidz berkata : sanad hadis ini HASAN.

Lalu seorang bertanya pada saya ; jika seorang mendapat ucapan itu ,apa jawabnya ? ..

Maka saya katakan ; jawab dengan yang sama ,karena para shahabat juga dalam riwayat itu “saling mengucapkan” hal ini sama dengan ucapan Assalamu `alaikum maka kita jawab wa`alaikumussalam. Lalu seorang bertanya ; ada yang menjawab dengan ;Taqabbal ya karim ,itu bagaimana ? saya katakan, karena itu adalah merupakan Do`a yang artinya :Semoga Allah kabulkan amal kami dan kamu, maka insya Allah tidak mengapa .perlu diketahui apabila kita ucapkan pada seseorang saja maka dengan kata wa minka dan jika banyak kita ucapkan waminkum.

Lalu setelah kita tahu ucapan yang sunnah adalah Taqabbalalloh minna wa minkum , bagaimana dengan ucapan minal-aidin……………….?  tanya mereka.

Lalu saya katakan ; apabila kita sudah mengetahui ucapan yang lebih baik maka amalkanlah yang lebih baik itu dan tinggalkan ucapan yang tidak ada atsarnya dari nabi atau para shahabat.

Lalu seorang bertanya lagi pada saya ; pak, sekarangkan  kita sudah fitrah atau suci lagi bahkan kata sorang penceramah   kita ini sudah seperti bayi yang baru lahir , lalu bagaimana menjaganya?

Saya menjawab : pertanyaan kamu itu bagus sekali namun sebelumnya saya beritahu bahwa Iedul-fitri adalah Ied artinya kembali dan Fitri artinya berbuka jadi iedul-fitri artinya :  kita kembali berbuka yang tadinya kita puasa sebulan penuh sekarang kita kembali berbuka lagi,makan dan minum lagi disiang hari seperti semula.adapun arti kembali suci itu sangat jauh dari kebenaran. Adapun tentang kita kembali seperti bayi lagi itu adalah berkenaan dengan haji yang mabrur sedang berkenaan dengan puasa adalah bahwa semua dosa-dosa yang telah lalu diampuni ,memang ma`nanya hampir sama akan tetapi dalam masalah keterangan ini kita harus cocokkan dengan keterangan yang datang dari nash-nash hadits agar kita terhindar dari berdusta atas nama Rosul sallallohu`alaihi wa sallam.adapun bagaimana kita mempertahankan kesucian kita adalah dengan cara melaksanakan segala perintah Allah ta`ala dan menjauhi segala laranganNya,menggapai segala pahalaNya dan membuang segala dosa yang ada pada diri kita.

Saya beri kalian contoh dosa yang banyak dilakukan kaum muslimin khususnya negri kita pada hari raya ini, yaitu bersalaman antara laki-laki dan wanita yang bukan mahromnya. mahrom kita adalah : istri kita, ibu kita,anak perempuan kita,saudara perempuan kita ,saudara perempuan ibu dan bapa kita.demikian juga nenek dari bapak dan ibu kita.jadi kita boleh bersalaman dengan ibu kita ,anak perempuan kita ,saudara perempuan kita ,yang mana mereka adalah mahrom kita dan kita tidak boleh bersalaman dengan wanita yang selain itu.kalian sekarang lihat banyak sekali bahkan sudah jadi tradisi mereka bersalaman dengan lain jenis.

Lalu mereka berkata:

  • wah pak ,kalo di kampong saya ,bersalaman tidak nempel bisa di musuhi masyarakat,
  • kalo di tempat saya bisa dibilang sombong dan sok suci
  • apalagi di tempat saya bisa diusir,karena di sangka aliran baru, sesat.

Dan banyak lagi komentar yang keluar dari mereka sampai ada yang berkata:

  • pumpung ada kesempatan, bisa pegang-pegang gratis,
  • apalagi kalo cewe itu cantik bisa dua atau tiga kali salamannya
  • hari yang lain belim tentu mau dipegang.

Lalu saya katakan : Innalillahi wa inna ilaihi roji`un.apakah kalian belum mendengar sabda nabi Sallallohu alaihi wasllam :

Pertama, beberapa riwayat dari ‘Aisyah r.a. yaitu:

Telah berkata ‘Aisyah:

Tidak pernah sekali-kali Rasulullah Saw menyentuh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. Bukhari dan Muslim ].

Telah berkata ‘Aisyah:

Tidak! Demi Allah, tidak pernah sekali-kali tangan Rasulullah Saw menyentuh tangan wanita (asing), hanya ia ambil bai’at mereka dengan perkataan.” [ HR. Bukhari dan Muslim].

Kedua, hadits-hadits yang menunjukkan larangan ‘menyentuh wanita’ serta hadits-hadits lain yang maknanya serupa. Misalnya hadits shahih yang berbunyi:

Ditikam seseorang dari kalian dikepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik dari pada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” [ HR. ath-Thabrani].

Atau hadits yang berbunyi:

Lebih baik memegang bara api yang panas dari pada menyentuh wanita yang bukan mahram.

Ketiga, juga di dasarkan pada sabda Rasulullah Saw yakni:

Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita.” [HR. Malik, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i].

Lihatlah betapa nabi sallallohu alaihi wasallam telah melarangnya dengan larangan yang sangat keras .

karena itu jumhur ulama mengharamkannya dan merupakan dosa besar,dan agar kita terhindar dari perbuatan yang lebih bahaya lagi yaitu perzinahan dan karena itulah negri kita ditimpa banyak mushibah dan kalian malah menikmati dosa itu Wal-iyadzubillah.betapa senang dan gembiranya iblis dan para syetan-syetan itu pada perbuatan keji dan munkar yang kita lakukan.

Lalu mereka semua diam ….

Lalu saya katakan pada mereka: Astagfirulloh 3 kali,beristigfarlah kalian semoga Allah mema`afkan kalian karena ketidaktahuan kalian dan karena kalian hanya ikut-ikutan kebanyakan orang ,karena itulah Allah melarang kita ikut-ikutan tanpa dasar ilmu lihatlah firman Allah Ta`ala :

” Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”  (al-an`am :116)

Juga firman Allah Al-isra 36.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Inilah kebanyakan yang dikerjakan oleh muslimin Indonesia ,namun Al-hamdulillah sakarang ini sudah banyak sekali da`wah salaf yang mengajak manusia ke jalan Allah dan agar kita mengikuti al-quran dan sunnah sesuai dengan pemahaman para shahabat Rodiyallohu anhum jami`a.

Marilah kita benahi cara beragama islam kita, kita ukur kembali ,apakah telah sesuai dengan apa yang di gariskan Alqur`an dan sunnah dan apa yang di fahami oleh shahabat yang merupakan penerjemah keduanya dalam kehidupan sehari-hari sesudah wafatnya Rosul Sallallohu alaihi wasallam.

Allahummagfirlana dzunubana wa isrofana fi amrina wa tsabbit aqdamana wanshurna alalqumil-kafirin

Allahumma la tu`akhidzna bima fa`alas-sufaha u minna innaka antal-ghofururrohim ,

subhana robbika robbil-`izzati `amma yashifun wa salamun alal-mursalin walhamdulillahi robbil-alamin.

Wallaohu `alam bishshowab.

Subhanakallohumma wa bihamdika asyhadu anal ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaika.

Wassalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: